Kenapa Masih Ngeblog?

Mungkin itu pertanyaan yang muncul di benak Anda.

Memang sih ini zamannya konten video sedang melambung dan diminati banyak orang.

Terutama generasi milenial.

Apa iya blog masih dilirik oleh mereka di zaman serba video seperti sekarang ini?

Terlebih lagi jika tujuan ngeblog ini untuk menambah income atau penghasilan. Istilah kerennya dimonetisasi. Atau kalau mau lebih berani lagi, dijadikan bisnis.

Apalagi minat baca masyarakat Indonesia sudah dikenal rendah sejak dulu.

Menulis juga butuh fokus, konsentrasi tinggi, dan waktu yang cukup lama.

Bukankah enak bikin  video?

Tinggal siapkan kamera, kamera hape juga boleh, lalu ngomong ngalor-ngidul setelah itu unggah di Youtube.

Meski fakta yang ada seperti itu, saya tetap memutuskan untuk terus ngeblog.

Kenapa?

Di luar sana, blog sudah dan bisa dijadikan media untuk membranding diri maupun bisnis.

Meski pasar di Indonesia bisa dikatakan unik, saya yakin lambat laun tren ngeblog untuk bisnis dan branding akan diminati oleh para pelaku bisnis di Indonesia.

Yah, tinggal bagaimana nanti kami (para blogger yang masih eksis) mengedukasi pasar bahwa blog masih gurih dan bisa dijadikan salah satu channel pemasaran.

Tidak Memaksa

Saya menulis artikel ini bukan berarti saya memaksa para marketer di Indonesia untuk beralih menggunakan blog sebagai media pemasarannya.

Saya menulis ini karena belajar dari Mas Fikry Fatullah, founder dan CEO Kirim.Email dalam menghadapi para pelanggan Kirim.Email yang memang kebanyakan para marketer Indonesia.

Pelajaran itu berupa keputusan mereka menambah fitur tombol WhatsApp di dalam text editor broadcast dan autoresponder mereka.

Mereka tidak keukeuh  memaksa semua harus beralih ke email marketing. Mereka lebih memilih merangkul apa yang para marketer nyaman melakukannya.

Itulah yang nanti dan mulai hari ini akan saya lakukan.

Bagaimana saya dan Anda tetap nyaman menggunakan media pemasaran Anda yang lama untuk kemudian memadukannya dengan blog marketing.

Tak Sendiri

Sebenarnya banyak kok orang Indonesia yang masih eksis ngeblog.

Tapi yang membedakan dengan visi saya adalah mungkin monetisasinya.

Kebanyakan dari kita tahunya penghasilan ngeblog hanya dari Google Adsense.

Padahal jika melihat blogger luar, dengan blog kita bisa mendapatkan penghasilan dari ceruk lainnya. Tidak hanya Adsense.

Bahkan, bisnis affiliate pun bisa berhasil dengan bantuan blog. Coba tengok Pat Flynn dengan SmartPassiveIncome.com-nya.

Lihat pada postingan Monthly Income Report-nya kebanyakan dari komisi affiliate.

Ada juga blogger lain yang sukses menjual ebook, buku, dan juga kursus online-nya dengan bermodalkan blog.

Di Indonesia, blogger yang mengarah ke sana untuk saat ini yang saya ketahui baru Mas Herman Yudiono dengan HY Dot Com-nya dan Pak Sukarto Sudjono dengan BBI-nya.

Mas Herman berhasil menjual ebook premiumnya dan menghasilkan 9,2 juta dalam 8 hari, baca di sini. Sedangkan Pak Sukarto sukses menjual ecourse Milyarder Toko Online setiap bulan.

Jadi, peluang untuk sukses dengan blog masih terbuka lebar jika melihat baru ada sedikit pemain di sini.

Kita bisa memanfaatkan momen ini untuk jadi pioner, menjadi yang pertama.

Selain itu, ini bisa kita jadikan peluang di tengah maraknya bisnis online lain yang didominasi oleh pemain itu-itu saja.

Saya yakin, kita bisa.

Anda mau berjuang dan memulainya bersama saya?

Bagi pendapat Anda di kolom komentar.

Salam.

3 thoughts on “Kenapa Masih Ngeblog?”

  1. Mungkin pertanyaan nya bukan “Kenapa masih ngeblog?”.

    Tapi ” Kenapa baru ngeblog?”

    Karena saya lihat artikelnya baru satu ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *